Tentang Passion dan Membagi Waktu

Banyak yang bertanya bagaimana cara membagi waktu karena melihat saya suka masak, blogging, dan sering ikut kegiatan komunitas, sekaligus menjadi pekerja kantoran.  Jujur agak bingung menjawabnya karena emang terjadi begitu aja. Tapi saya mikir juga semua kegiatan tersebut bisa saya lakukan karena itu passion alias hal yang saya senangi. Jadi nggak terasa kalau ternyata kegiatannya terlihat seabrek oleh orang lain. Bahkan saya juga nggak merasa capek karena memang senang melakukan hal tersebut.

Pertanyaan tersebut mulai banyak ditanyakan saat saya akhirnya suka masak-masak dan hampir setiap hari bawa bekal. Nggak sedikit yang bilang bekal ala saya itu kadang nggak gampang untuk diracik dalam waktu singkat. Sebenarnya semua orang bisa menyiapkan bekal asal niat dan memang bisa mengatur waktu sebaik mungkin.

Untuk membuat bekal, sebenarnya saya mulai malam sebelumnya dengan menyiapkan semua bahan-bahan. Jadi pada  hari sebelumnya saya membeli bahan-bahan di mbak sayur keliling dekat rumah. Nah biar bahan-bahan aman alias tersedia, bisa request sehari sebelumnya atau simpan nomor mbak sayur biar bisa di-SMS kalau ada yang kelupaan. Jika sudah tersedia, tinggal lakukan food preparation. Bisa cek artikelnya kak Atit seputar food preparation di sini.

Kayak gimana sih food prep? Sebenarnya mudah, sayur dipotong dan diletakkan dalam container sesuai warnanya, sayuran hijau dengan hijau, merah dengan merah, dan seterusnya. Sedangkan untuk daging biasanya saya potong sesuai selera (mau dibikin apa) lalu dibumbui dengan air perasan lemon dan garam + lada. Baik sayuran dan daging disimpan dalam kulkas semalaman. Besok pagi tinggal cemplung-cemplung ke wajan atau panci dan dibumbui. Nah terpecahkan ya kenapa saya masih sempat bikin bekal dan mendokumentasikannya, hehe.

Banyak juga yang nanya: kok sempet sih pas weekend masak-masak padahal pas dilihat di Instagram Story siangnya udah jalan-jalan? Kebetulan saya diciptakan menjadi kaum morning person. Mau weekend atau libur panjang pun pasti selambat-lambatnya jam 8 pagi sudah bangun. Kalau nggak duduk depan laptop, kalian bisa menemukan saya sedang ngutak-ngatik dapur.

Kedua, saya selalu bersikeras bahwa dalam setiap minggunya harus punya me-time untuk bikin diri sendiri senang dengan cara yang sederhana. Memasak lah pelampiasannya.  Saya merasa ada di zona nyaman ketika memasak dan merasa senang ketika hasilnya enak dan tampilannya menarik. Selain bisa dimakan sekeluarga, bisa juga menginspirasi orang-orang untuk bikin menu tersebut. Kesannya masak itu effort dan merepotkan ya? Tapi namanya juga seneng, semuanya jadi terlihat biasa aja.

Nggak cuma masak, kegiatan me-time saya lainnya adalah menulis. Percaya deh, kalau orang udah suka nulis, pasti nggak bisa lepas dari laptop, smartphone, dan buku catatan. Sekalipun kerjaan kamu juga berkutat pada tulisan. Saya sehari-harinya bekerja menjadi copywriter di salah satu media online besar di Indonesia. Setiap harinya membuat konten iklan untuk ragam brand. Mulai dari properti, kementerian, perbankan, fashion, food & beverages, teknologi, travel, hingga otomotif.

Tapi saya nggak bosan untuk menulis, justru di rumah malah nulis (ngetik deng) lagi di blog. Sama seperti masak-masak tadi, saya merasa nyaman banget kalau udah nulis dan memikirkan ide tulisan apa yang akan dibahas, khususnya menu masakan dan rekomendasi tempat. Saya percaya kalau ada hal yang kita senangi, pasti kita bisa membagi waktu untuk hal tersebut dan kegiatan lainnya. Sesibuk-sibuknya kita, pasti bisa meluangkan waktu untuk kegiatan di luar rutinitas, asal senang menjalankannya.


Eits bukan berarti saya anaknya nggak punya me-time yang benar-benar santai ya. Biasanya di hari Minggu saya justru menghabiskan waktu seharian di rumah (saya sempat nulis tentang pentingnya menghabiskan waktu di di rumah saat akhir pekan, klik di sini), jadi lebih prefer Sabtu seharian ke luar. Biasanya dibagi waktunya, kalau siang itu untuk berkumpul bareng teman-teman atau komunitas blogger atau nemenin Ibu belanja. Lalu malamnya bisa menghabiskan waktu bareng pacar. Makanya saya sudah punya jadwal seminggu sebelumnya agar me-time dan kegiatan bersosialisasi bisa didapatkan sekaligus dalam satu minggu dan nggak berantakan jadwalnya  (pasti yang temen dekat saya ngerti banget deh).

Saya percaya kalau kita menyenangi suatu hal, pasti bisa membagi waktu untuk hal tersebut dan kegiatan lainnya. Biasanya di hari Minggu itu saya bagi waktu lagi, pagi ke siang untuk masak-masak dan menulis. Siang ke malam untuk benar-benar bersantai. Mulai dari nonton drama Korea, baca novel, atau sekadar tiduran di kasur sambil buka socmed dan online shop. Bahkan bisa saat weekend saya nggak masak sama sekali karena mager, jadi GO-FOOD-an buat makan siang dan sedia camilan.

Julie’s Peanut Butter Sandwich: Camilan Favorit untuk Me-time

Nah camilan itu wajib banget ada buat me-time karena bisa bikin mood bahagia. Salah satu camilan favorit saya adalah biskuit Julie’s Peanut Butter Sandwich. Sebagai orang yang suka banget ngemil biskuit, Julie’s Peanut Butter Sandwich masuk dalam daftar biskuit yang harus dicoba. Perpaduan biskuit dan selai kacangnya menghasilkan rasa yang manis dan gurih. Jadi nggak eneg dimakan terus menerus, malah bikin ketagihan. Julie’s Peanut Butter Sandwich enak banget dimakan sambil minum es kopi susu kekinian atau teh rempah.

Bagi kalian yang takut ngemil karena kandungannya, jangan khawatir. Soalnya Julie’s Peanut Butter Sandwich dibuat rendah kalori. Per dua kepingnya hanya mengandung sekitar 90 kkal. Harganya pun terjangkau, sekitar Rp 9 ribu per kemasan 90 gram. Soal kehalalannya, Julie’s Peanut Butter Sandwich sudah memperoleh sertifikasi halal dari MUI, tapi memang belum dicantumkan di bungkusnya karena kebanyakan yang diimpor dari Malaysia masih kemasan lama.

Bagi kalian yang penasaran dengan Julie’s Peanut Butter Sandwich bisa serbu di supermarket dan minimarket terdekat. Kalau membeli 2 bungkus kemasan 90 gram di Indomaret bisa mendapatkan 1 bungkus lagi lho selama bulan April ini. Setelah bayar, jangan buang struknya ya karena kalian bisa mengikuti lomba foto ‘Temukan Buah Tangan #PenuhCintaDariJulies’ berhadiah microwave, alat masak, dan voucer belanja senilai jutaan rupiah! Yuk, intip ikutannya di sini. Kunjungi juga Facebook dan Instagram Julie’s Indonesia untuk mengetahui produk lainnya.

Leave a Reply