Selain Daun Kari, Ini Daun yang Wajib Ada di Ayam Tangkap

Masih ingat sama cerita saya saat buat salted egg chicken? Karena si mbak bawa daun kari banyak banget hasil minta sama tetangga, jadi harus putar otak supaya daunnya enggak mubazir. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat salah satu menu favorit  dari ujung negeri ini. Ayam tangkap khas Aceh! Buat kalian yang suka makan-makanan Aceh, pasti enggak asing sama menu ini. Dimakan dengan sambal ganja, minumnya es kopi tarik. Nyam maknyus!

Menu ini memang unik karena tampilannya yang tidak biasa. Kalau kalian belum pernah makan ayam tangkap, pasti agak kaget deh pas liat penampilannya. Enggak bakal kalian melihat sepiring ayam potong, yang kalian lihat justru dedaunan hijau yang digoreng garing. Ketika disibak, baru deh keliatan ayamnya. Bagi saya, menu ini seksi banget. Dari baunya aja udah seksi.

Saya tahu daun kari ketika pertama kali makan ayam tangkap dua tahun lalu di warung makan Aceh di Jakarta Selatan. Pas digigit, krenyes-krenyes dan menyisakan rasa yang unik. Dicocol pakai sambal dan cuilan ayam, dicampur nasi hangat. Duh nikmat! Eits tapi ada daun lainnya yang ikutan memeriahkan menu ini lho. Jadi tambah seksi, baik dari aroma dan rasa. Daun apa sih? Yuk sekalian simak resepnya.

Bahan-bahan:

  • 1 potong ayam (lebih baik ayam kampung, cuci bersih dan potong sesuai selera)
  • daun kari/salam koja/temurui secukupnya
  •  4 lembar daun pandan (iris seukuran kelingking)
  • 4 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 4 lembar daun kunyit
  • 4 cabai hijau keriting (iris seukuran kelingking)
  • 1 batang serai (digeprek)
  • 1 liter air
  • minyak goreng

Sambal:

  • 6 cabai rawit oranye
  • 4 belimbing wuluh
  • 4 butir bawang merah
  • 1 batang serai (iris tipis)
  • 1/2 sdt garam

Bumbu halus:

  • 1 sdt ketumbar
  • 2 ruas jari kunyit yang sudah dibakar (pakai api kompor, bakar sebentar)
  • 4 buah kemiri
  • 4 buah asam
  • 7 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdt garam

Cara membuat:

  1. Haluskan semua bumbu dengan diuleg. Urutannya ketumbar ditumbuk, uleg kunyit dan asam, kemudian uleg kemiri, terakhir uleg bawang putih dan bawang merah. Taburkan garam. Uleg sampai halus. 
  2. Siapkan panci yang telah diisi air, masukkan ayam potong. Campurkan dengan bumbu halus. Tambahkan serai dan daun salam. Aduk rata dan masak sampai air asat.
  3. Cuci daun kari, daun pandan, daun kunyit, dan daun jeruk sampai bersih.
  4. Goreng semua daun dan cabai keriting hijau di minyak panas sampai garing. Aduk agar tidak gosong. Angkat dan tiriskan.
  5. Goreng ayam sampai warnanya kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
  6. Sajikan ayam goreng di piring, lalu taburi daun dan cabai yang telah digoreng di atasnya.
  7. Untuk sambalnya, uleg semua bahan namun jangan terlalu halus.

Processed with VSCO with 6 preset

Udah tau kan daun apa yang wajib ada di ayam tangkap? Ya, daun pandan, daun kunyit, dan daun jeruk. Ketiganya punya aroma yang nikmat banget, jadi menambah cita rasa menu seksi ini. Untuk sambalnya sih lebih juara pakai daun ganja. Namun karena nggak bisa menemukan di kota Jakarta ini, alhasil mengandalkan kesegaran belimbing wuluh aja udah nikmat.

Leave a Reply