Rosemary Oil untuk Masakan yang Lebih Sedap

Ada yang pernah dengar atau menggunakan rosemary oil? Di post kali ini saya akan membahas salah satu bahan yang sering bikin masakan jadi lebih sedap. Sejatinya, rosemary oil adalah minyak zaitun yang dicampurkan daun rosemary. Biasanya minyak seperti ini digunakan untuk memanggang ayam, kentang, dan masih banyak lagi. Sebelum berlanjut ke cara membuat rosemary oil, bahas soal tanaman rosemary dulu yuk!

Tanaman rosemary punya daun yang aromanya khas dan cukup kuat. Nggak heran misal daun rosemary sering dijadikan bumbu dapur untuk beberapa masakan. Misalnya untuk bikin ayam  (coba honey garlic chicken deh!) dan kentang panggang,  steak, pizza, pasta, hingga minuman kayak rosemary lemonade.

Kalau berdasarkan baca-baca di banyak website serta pengalaman saya menanam rosemary di teras rumah, menanam tanaman ini nggak begitu susah. Metode yang saya gunakan adalah membeli bibitnya, lalu dipindahkan ke pot berisi kompos dan sekam.

Bagi yang mau punya tanaman rosemary di rumah juga bisa beli bibitnya atau minta potongan daun rosemary dari tetangga/saudara/teman, terus ditancapkan ke tanah yang telah dicampur kompos dan sekam. Btw kompos yang saya pakai itu kompos beli ya, jadi sudah dicampur pasir dan pupuk kandang alias nggak murni sampah organik aja.

Setelah ditanam, rajin disiram sampai rimbun ya. Siramnya bisa sekali sehari atau sekali dua hari saat sore ataupun malam hari. Perlu diperhatikan, sebaiknya letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari, tapi jangan terpapar langsung. Saya sih diletakkan di teras yang atasnya agak tertutup pohon.

Nah kalau sudah mulai rimbun dan tumbuh agak tinggi, jangan kebanyakan menyiram. Soalnya rosemary tumbuh dengan baik di tanah yang kering. Jadi rosemary akan menyimpan cadangan air dari air hujan saja. Gampangnya lagi, kalian nggak perlu repot-repot ngasih pupuk setiap bulan karena rosemary juga bakalan tumbuh subur tanpa diberi pupuk.

Kalian juga bisa menyimpan di dalam ruangan karena pada dasarnya rosemary tahan banting di suhu adem maupun dingin. Nah untuk menggunakan rosemary juga tinggal digunting aja sesuai selera. Untuk tinggi tanaman ini sebenarnya tergantung jenisnya.

Membuat Rosemary Oil untuk Mengolah Aneka Masakan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kegunaan rosemary ini banyak banget. Mulai buat makanan, minuman, atau pengharum ruangan. Selama ini saya menggunakan rosemary untuk menumis kentang dipadukan butter dan bawang putih jadi lebih wangi dan tasty! Pokoknya kalau numis-numis aku biasanya nambahin rosemary sih biar harum. Tinggal petik, cuci, keringkan, dan tumis bersama minyak dan bahan lainnya.

Ternyata oh ternyata ada cara lain untuk menumis biar aroma dan rasanya lebih terasa, ternyata dibikin rosemary olive oil! Sebenarnya sama aja sih kayak langsung metik terus langsung cemplungin ke teflon (kayak pas bikin daging burger), cuma metode ini lebih membuat ekstrak rosemary terasa dan konon katanya lebih aman dari bakteri. Soalnya rosemary memang harus dikeringkan sampai benar-benar kering, jadi harus digantung di dalam ruangan atau dipanggang.

Minyak ini nggak hanya untuk menumis, tapi juga bisa digunakan untuk bikin ayam panggang, kentang panggang, bahkan roti. Ini baru aja saya coba beberapa hari yang lalu, yuk intip cara bikin rosemary olive oil berikut ini.

Bahan-bahan

  • rosemary
  • extra light olive oil (jangan pakai yang extra virgin olive oil ya!)
  • botol

Cara membuat

  1. Potong rosemary, panjang dan banyaknya disesuaikan ukuran botol serta kebutuhan. Lalu cuci bersih dan keringkan selama 1 hari. Cara mengeringkannya bisa disatukan kemudian diikat dengan tali dan rekatkan dengan karet. Lalu gantung di dalam ruangan, pastikan ruangan ini tidak terkontaminasi dengan cairan (pengharum ruangan) maupun kena debu. Biar aman, bisa dilapisi kertas cokelat dengan membuat bolongan di tiap sudutnya. Ingat ya, harus benar-benar harus sampai kering agar terhindar dari bakteri.
  2. Siapkan botol kecil kaca yang sudah disterilkan. Cara mensterilkan botol kaca: cuci botol dan tutup menggunakan air panas dan sabun. Masukkan botol dan tutup ke dalam panci. Isi dengan air, usahakan keseluruhan botol tidak terendam. Sisakan 2 cm agar permukaan atas botol tetap terlihat. Rebus selama 10 menit, pastikan diawasi karena air bisa saja tumpah. Jika air sudah meninggi, bisa dikecilkan apinya kemudian dibesarkan lagi. Angkat menggunakan pencapit dan keringkan dengan lap bersih. Kalau nggak punya botol kaca, bisa pakai botol plastik (seperti foto di atas). Cuma harus dicuci bersih dan dikeringkan dulu ya.
  3. Setelah dikeringkan selama 1 hari, pelintir daun rosemary dengan menggunakan jari untuk mengeluarkan aroma dan rasanya
  4. Panaskan olive oil di teflon dengan api kecil. Pastikan yang dipakai adalah olive oil untuk memasak dan menumis, yakni extra light olive oil. Panaskan dengan api kecil selama 2-3 menit. Matikan api dan diamkan selama 1/2 sampai 1 jam di suhu ruangan
  5. Tuangkan olive oil ke dalam botol yang telah diisi daun rosemary lalu simpan di suhu ruangan maupun kulkas. Bisa disimpan 2-3 minggu.

Oh ya, saya beli bibit rosemary di sini. Sebenarnya banyak toko tanaman online yang jual ini di beragam e-Commerce. Tinggal disesuaikan dengan harga dan lokasi pengiriman.

1 comment / Add your comment below

Leave a Reply