Menanam Daun Mint di Teras Rumah

Bagi yang punya hobi masak-memasak nggak jarang punya hobi menanam juga. Sederhananya sih menanam macam herbs kayak basil, rosemary, mint, peppermint, dan semacamnya yang gampang ditanam tanpa membutuhkan area tanah yang luas.

Kebetulan sekarang si ibu lagi seneng banget menghijaukan teras, saya nebeng deh minta beliin tanaman yang berguna untuk masak. Dicicilah akhirnya teras saya penuh herbs dan daun yang bisa dijadikan lalapan. Mulai basil, rosemary, peppermint, poh-pohan, sereh, pandan, kenikir, cabai, jeruk, dan masih banyak lagi. Jadinya keranjingan nanem, hehe.

Di post kali ini, saya ingin berbagi kisah mengenai salah satu herb favorit, yakni mint. Daunnya yang harum bikin saya jatuh cinta sama tanaman ini, terus bisa dijadikan campuran makanan dan minuman hingga dijadikan garnish. Selain itu, bisa dijadikan bahan untuk menghilangkan bau amis pada daging. Jadi rendam daging ayam, ikan, sapi, kambing, dan lainnya menggunakan daun mint dan diamkan selama 10 menit, kayak pengganti lemon atau jeruk nipis.

Menanam daun mint sebenarnya gampang-gampang susah. Apalagi kalian belinya berupa bibit, gampang deh. Bibit daun mint ini saya beli di sini. Sebenarnya bibit herbs yang saya punya belinya di Tokopedia. Banyak kok yang menjual aneka macam bibit lengkap dengan peralatan menanam kayak pupuk, sekam, sekop, pot, polimer, tanah, dan lain-lain di Tokopedia.

Kalian bisa search sesuai apa yang ingin dibeli kemudian dicocokan dengan harga dan lokasi penjual deh. Biasanya sih saya juga milih yang berbintang demi keamanan berbelanja, hehe. Kalau bibiT dikirim menggunakan GO-SEND, sedangkan peralatannya bisa pakai jasa ekspedisi seperti kirim paket pada umumnya. Pernah juga kirim tanaman kayak paket biasa dan selamat mendarat di rumah tanpa hancur.

Setelah diterima di rumah, bibit mint ini bisa langsung dipindahkan ke pot. Selain diisi tanah, campurkan juga dengan kompos dan sekam agar pertumbuhannya baik. Lalu tanam bibit dengan memberi jarak pada tiap bibit untuk memberi ruang pada akar dan mengarahkan agar tumbuhnya merambat ke samping (ini kalau menggunakan media pot memanjang, kalau pakai pot bulat bisa dibagi menjadi beberapa pot). Hasil browsing-browsing, tanaman mint ini memang lebih baik ditanam pada pot karena bisa menjaga pertumbuhan akarnya.

Kalau sudah tertanamΒ  rapi di pot, tinggal rajin siram-siram setiap hari (waktu penyiraman yang baik adalah pagi dan sore ke malam, intinya sinar matahari belum begitu panas). Hal penting lainnya adalah letakkan tanaman mint di tempat yang adem, tapi tetap terkena sinar matahari. Alias jangan biarkan terpapar sinar matahari langsung karena bisa layu.

Tanaman mint juga bisa diletakkan di dalam ruangan, asal dekat jendela ya. Soalnya tanaman mint ini pada dasarnya subur di tanah yang basah. Selain itu, biasakan tiap minggu panen alias potong tiap pucuknya agar tumbuhnya nggak terlalu tinggi alias akan menyamping.

Nah karena saya jadi sering panen kecil-kecilan, biasanya tiap weekend jadi bikin es teh seger. Ini jadi es teh favorit saya sedunia karena rasanya nggak biasa dan lebih berkesan karena hasil panen sendiri, hehe. Cek resep es teh daun mint berikut ini.

Bahan-bahan:

  • 1 kantung teh
  • 1 pucuk daun mint
  • 1 batang sereh
  • air
  • es batu

Cara membuat:

  1. Geprek sereh kemudian direbus bersama air sampai mendidih
  2. Tuang hasil rebusan ke gelas dengan takaran 100 ml. Masukkan daun mint dan diamkan selama 5 menit agar aroma dan rasanya keluar
  3. Jika ingin manis, bisa tambahkan gula atau madu. Kalau mau lebih segar, bisa tambahkan perasan lemon. Kemudian aduk rata
  4. Tambahkan air dingin dan es batu. Aduk lagi. Jangan lupa cemplungkan sereh biar makin terasa dan cantik tampilannya.

 

3 comments / Add your comment below

    1. Iya mbak, bisa ditanam lagi kalau ada akarnya. Aku juga pengalaman diacak-acak kucing, makanya aku pagerin. Kalau yang pot sekelilingnya ditancapin sumpit hehe.

Leave a Reply to Untari travel notes Cancel reply