Meluangkan Akhir Pekan di Rumah Itu Penting

Hampir dua tahun saya menjadi pekerja kantoran dan akhirnya menggeser kebiasaan lama saya. Dulu saat masih kuliah, hari Sabtu dan Minggu itu ibaratnya ‘haram’ di rumah. Pasti cepat bosan kalau kerjaannya cuma diam di kamar, maklum tipikal Sagittarius yang jiwa tualangnya liar. Jadi lah setiap akhir pekan saya keluar rumah. Misalnya datang ke pameran, nonton pertunjukan musik, ngopi-ngopi di kafe yang lucu, atau sekadar jalan-jalan keliling Jakarta naik transportasi umum.

Lima hari digempur kerjaan, walaupun kerjaan nggak berat-berat amat, membuat saya jadi punya keinginan rehat sejenak di rumah, tepatnya di kamar satu hari saja. Terkadang ada pikiran untuk nggak ngapa-ngapain dalam satu hari, meskipun itu olahraga (ini jangan sering-sering ditiru). Sebab, saya percaya terkadang memang harus menarik diri dari kehidupan sosial sehari-hari dan menikmati waktu sendiri untuk benar-benar merasakan istirahat.

Kegiatan ini nyatanya nggak hanya mengantarkan saya punya waktu istirahat yang cukup dan nikmat serta membuat badan jadi enteng (nggak seharian duduk melulu). Namun juga mengantarkan saya mendapatkan inspirasi, belajar hal baru, sampai menengok hal yang sebenarnya terjadi di sekitar, tapi nggak ‘terlihat’ saja alias jadi ajang refleksi diri. Misalnya mikir sejauh saya hidup sudah melakukan hal apa saja, apa hal sederhana yang belum pernah saya coba, membuat perencanaan untuk masa depan, dan masih banyak lagi.

Tentunya menghabiskan akhir pekan di rumah bukan hanya tidur-tiduran atau bengong saja agar bisa mendapatkan inspirasi. Walaupun diam di kamar, ada hal baru yang bisa saya dapatkan karena melakukan suatu kegiatan. Ini biasanya yang saya lakukan setiap hari Minggu.

Baca Novel Pendek atau Kumpulan Cerita/Puisi

Membaca buku fisik (bukan epub) adalah salah satu prinsip hidup yang harus saya lakukan tiap minggunya. Tujuannya untuk mengistirahatkan mata dari layar smartphone maupun laptop. Saat ritual membeli buku baik di toko buku maupun online, saya selalu menyelipkan buku yang tidak terlalu tebal alias novel pendek atau kumpulan cerita/puisi.

Jadi bisa dibaca dalam sehari, saat weekend maupun saat lagi liputan keluar kota (maklum sering dapet flight yang nggak ada layanan entertainment-nya hahaha). Beberapa buku yang menjadi favorit saya adalah karangan Lala Bohang dan Naela Ali yang penuh ilustrasi mengaggumkan. Kedua bukunya juga sangat mudah untuk dicerna dan relate terhadap kehidupan sehari-hari, malah mengajak kita sadar akan hal yang kesannya sepele, tapi penting.

Sambil membaca, saya juga selalu menyiapkan album yang sekiranya cocok untuk didengarkan sambil leyeh-leyeh. Ini beberapa album andalan untuk menghabiskan akhir pekan di kamar.

  1. Beach House – Teen Dream
  2. Solange – A Seat at the Table
  3. Sarita Fraya – Imperfectly Perfect
  4. Camera Obscura – Desire Lines
  5. Feist – Let It Die
  6. Bon Iver – For Emma, Forever
  7. Fleet Foxes – Fleet Foxes
  8. Sufjan Stevens – Carrie & Lowell.

Nyimak Podcast Seru

Belakangan ini saya lagi keranjingan mendengarkan podcast yang seru. Disambi sambil maskeran atau sekadar menunggu rangkaian ritual skincare meresap dengan sempurna di wajah, saya suka tidur-tiduran di kasur sambil mendengarkan ragam podcast yang seru. Jadi ingat masa-masa saya suka menyimak acara horor setiap malam Jumat di radio hahaha.

Di luar negeri, sudah banyak pilihan podcast dengan ragam konten. Kalau di Indonesia memang sedikit banget pilihannya. Kalau mau dengar beberapa podcast luar negeri yang seru, bisa klik di sini. Nah sekarang saya mau memperkenalkan salah satu podcast lokal yang bisa diikuti.

Bagi yang suka cerita kehidupan sehari-hari yang kesannya receh, tapi menghibur banget dan membuka pemikiran baru, bisa mendengarkan podcast dari Mayu dan Marchella di Ibu-Ibu Yakult. Setiap podcast-nya bikin ketawa dan terkadang ada informasi baru yang saya dapatkan. Apalagi keduanya punya cara berbicara yang santai banget dan agak nyablak, persis kayak lagi ngobrol sama teman se-geng. Seru!

Beres-beres atau Ganti Sudut Kamar

Kamar bagi saya adalah tempat yang harus bisa membuat saya merasa nyaman banget. Maka selain bersih, tatanan atau peletakan barangnya juga harus diperhatikan dengan baik. Kalau tampilan kamar menarik, pasti senang aja ngeliatnya dan lama-lama di kamar juga makin betah. Saya suka mengganti sudut kamar tiap bulannya.

Nggak banyak yang diubah, hanya mengganti atau mengubah letak susunan barang-barang di meja maupun di rak. Saya suka banget beli perintilan yang bisa bikin tampilan kamar jadi lebih enak dipandang. Misalnya dengan kalender mini, ilustrasi, maupun pajangan sederhana seperti botol bekas diisi biji kopi. Saya juga memanfaatkan postcard yang pernah saya beli atau dapet gratisan untuk dipajang di dinding.

Percaya atau nggak, kalau saya mengubah tampilan kamar, pasti merasa hidup saya refresh lagi. Mungkin sugesti kali ya, kayak menentukan langkah baru untuk hidup. Nggak jarang saya juga beres-beres dan memilah barang mana yang harusnya dilepas biar nggak menuh-menuhin kamar dan bikin berdebu.

Contohnya kayak beberapa hari lalu saya berhasil melepaskan koleksi CD dan kaset bandband yang pernah saya beli dan menjualnya kembali ke yang lebih membutuhkan. Jelas berat rasanya mengingat dulu saya suka banget koleksi album fisik, tapi makin ke sini pandangan tersebut berubah. Nggak semua album saya simpan, sebagian besar akhirnya saya lepaskan untuk keadaan yang menurut saya lebih baik. Dengan beres-beres, saya jadi bisa memutuskan pilihan yang cukup sulit. Hitung-hitung belajar mengikhlaskan dan memulai hidup baru lah (duh bahasanya).

Nah, kalau leyeh-leyeh di rumah pas akhir pekan versi kalian bagaimana?

 

 

 

4 comments / Add your comment below

  1. leyeh2 weekend buat aku is a must, krn serasa charge battery seteleh seminggu full kerja
    kadang magerrr bgt, mijit dan luluran aja kupanggil mbaknya ke rumah hahaha

Leave a Reply