Main-main ke Pameran Studio Ghibli Terbesar

ghibli41

KYA KYA KYAAAAAAA. Masih inget rasanya ketika suatu prodcution house Indonesia mengumumkan kalau mereka akan memboyong Studio Ghibli ke Indonesia dalam bentuk pameran. Rasannya senang bukan main. SENANG BANGEEEEEEET. Saya aja langsung koar-koar di media sosial. Ngasih tau sana-sini kalau akan ada pameran Ghibli terbesar pertama kalinya di dunia dan yang dipilih adalah negara saya, khususnya kota di mana saya tinggal.

Perjalanan “Ghibli di Jakarta” dimulai dari saya dan Zaka yang memutuskan untuk menonton ‘Spirited Away’ di bioskop. Ini film Ghibli pertama yang diputar di bioskop Indonesia. Rasanya seru banget nonton film kesukaan di bioskop dengan suara yang lebih megah. Menariknya lagi, subtitle-nya itu lho yang juara. Bisa banget milih bahasa Indonesia yang tepat dan bikin penonton ketawa. Sebelum pameran digelar di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta ada beberapa film Ghibli yang diputar di beberapa bioskop.

Akhirnya Selasa (5/9/2017) kemarin, saya dan Zaka memutuskan untuk mendatangi pameran ‘World of Ghibli’ ini. Kenapa weekdays? Biar puas ngeliatnya, nggak diburu-buru orang yang antre, dan bisa dapat foto bagus. Untungnya Selasa kemarin saya libur, sedangkan Zaka saya paksa buat ambil cuti HAHAHAHA.

Setelah menukar dan scanning tiket, akhirnya masuk ke ballroom hotel yang biasanya juga diapakai buat pameran Bazaar Art Jakarta ini. Di area pertama sampai keemoat, pengunjung tidak diperbolehkan mendokumentasikan apapun. Adapun area pertama adalah profil dan foto pendiri Studio Ghibli yaitu Hayao Miyazaki, Isao Takahata, Toshio Suzuki, dan Yasuyoshi Tokuma. Beralih ke area kedua ada satu ruangan penuh dengan poster film Ghibli yang LUCU BANGET. Rasanya pengen nyomot satu terus dibawa ke kamar buat dipajang. Ternyata satu film punya beberapa poster yang saya juga baru liat saat itu juga.

Berlanjut ke area ketiga yang cukup panjang. Di sisi kanan dan kiri, kalian bisa lihat sejarah film Ghibli dari yang pertama sampai yang terakhir. Menariknya ini dibikin dengan banyak potongan scene, deskripsi singkat, dan………. SKETCH ASLINYA! Sketch-nya gemas-gemas banget, bikin mikir kok bisa ya bikin kayak gini. Terus mikir kok detail banget ya? Ini berapa kali revisi ya? Duh kok kepikiran sih. Pokoknya area ini bikin terpukau banget deh. Bahkan ada segelintr film yang baru saya tahu ternyata itu produksi Ghibli.

Lanjut ke area keempat alias area terakhir yang nggak boleh didokumentasikan adalah area trailer. Di area ini dibikin space yang cukup luas dengan giant screen yang menampilkan semua trailer film Ghibli. Di sini pengunjung bisa duduk lesehan sambil menonton trailer-trailer-nya.

Saatnya memasuki area instalasi. Jujur deg-degan sih, sesuai ekspektasi nggak ya? Ini beneran nih bisa liat all about Ghibli di depan mata? Pokoknya campur aduk deh rasanya.

Laputa: Castle in the Sky

ghibli1

ghibli2

ghibli5

Pertama kali masuk area pameran instalasi, kalian akan disambul dengan kastil terbang dari film ini. Bentuknya lumayan besar dengan dikelilingi dinding karakter-karakter Ghibli yang menggemaskan. Jika mengalihkan pandangan ke kiri ada airship yang pada waktu-waktu tertentu dinyalakan baling-balingnya. Ini super cool! Belok ke kiri kalian akan menemukan Flaptter dan Laputan Robot yang tingginya tinggi banget! Robotnya dibentuk sesuai adegan dia memberikan bunga ke Sheeta dan Pazu. Gemash!

Spirited Away

ghibli3

Di depan airship dari film ‘Laputa: Castle in the Sky’, kalian bisa melihat spirit world dari film ‘Spirited Away’. Ada jembatan fenomenal yang dilewati Chihiro dengan Haku. Namun sayang hari itu nggak ada Kaonashi-nya, hiks. Waktu awal pameran jembatan ini boleh dilewati, nggak tau kenapa sekarang ada pagar pembatasnya. Masih bisa melihat bathhouse dari dekat karena di area depan bathhouse boleh dilewati. Ada juga toko-toko tempat orang tua Chihiro mencicipi makanan dengan rakus.

ghibli4

ghibli35

Kiki’s Delivery Service

ghibli18

Bisa dibilang ini menjadi salah satu instlasi yang menggemaskan. Diambil dari kisah Kiki di film ‘Kiki’s Delivery Service’, instalasi ini menghadirkan toko kue di mana menjadi tempat tinggal sekaligus tumpuan untuk survive menjadi penyihir di kota baru. Dari luar tampak Toko Gutiokipanja dengan sapu lidi milik Kiki. Di samping ada garasi yang memisahkan antara toko kue dengan tempat tinggal Kiki. Masuk ke dalam toko, kalian akan disambut deretan rak roti, kasir, mesin timbangan untuk menghitung berat barang yang akan dikirim lewat jasa Kiki, hingga papan menu. Mirip deh sama aslinya!

Ingat nggak scene di mana Tambo menghampiri Kiki di toko, terus Kiki sebel karena dikira mau ngajak ngobrol lagi? Ternyata si Tombo beli roti kecil yang ada di keranjang. Nah keranjang itu beneran ada plus roti-roti kecilnya. Waktu masuk ke toko, saya agak amaze sama bentuk roti yang terlihat seperti asli. Ternyata roti tersebut memang asli, tapi sudah diawetkan. Bahkan selai-nya juga asli! Ada properti foto yang bisa dipakai di sini yakni bando Kiki, boneka Jiji, dan sapu lidi di bagian luar toko.             `ghibli17

ghibli16

ghibli19

ghibli20

ghibli15

My Neighbor Totoro

ghibli21

Ini dia salah satu instalasi yang paling detail, rumah Kusakabe dari film ‘My Neighbor Totoro’. Untuk memasuki area ini, kalian diharuskan melepas alas kaki. Saat memasuki rumah Satsuki dan Mei memang kental banget akan nuansa rumah Jepangnya. Ternyata hampir semua barang-barangnya didatangkan dari Jepang. Mulai dari lampu, buku-buku, meja, jam dinding, vas bunga, hingga saklar listrik. Di rumah Kusakabe kalian bisa menemukan ruang kerja ayah Satsuki dan Mei yang mirip banget dengan aslinya. Banyak tumpukan buku yang berantakan. Area ini dipagari karena semua buku-buku didatangkan langsung dari Jepang.

Di ruang tengah kalian bisa duduk-duduk sambil mencari Makkuro Kurosuke dan Chibi Totoro di dalam rumah. Ada beberapa Makkura Kurosuke yang ngintip kalian dari manapun. Saya menemukan salah satunya di atas lemari dekat dengan tumpukan barang-barang. Di sini ada teras yang bisa jadi spot foto terbaik dengan duduk ala Jepang. Difoto dari luar, akan terlihat bentuk rumah Kusakabe plus sepeda keluarga mereka. Di bawah ada Chibi Totoro juga!

Setelah puas mengunjungi rumah Kusakabe, di area samping ada Totoro yang sedang menunggu Nekobasu di halte. Di sini  pengunjung bisa berfoto bersama lengkap dengan properti payung. Di samping ada Nekobasu yang bulunya haluuuuuus banget. Kalian juga bisa naik Nekobasu dan duduk-duduk di dalamnya.

ghibli22

ghibli23

ghibli24

ghibli10

ghibli25

ghibli29

ghibli27

ghibli26

ghibli28

ghibli30

ghibli31

Princess Mononoke

ghibli11

Di depan rumah Kusakabe, kalian bisa melihat hutan lebat dari film ‘Princess Mononoke’. Hutan ini bisa dilewati lho, lengkap dengan karpet hijau seperti rumput. Memasuki area hutan, kalian akan disambut oleh Kodama yang bertebaran di mana-mana. Mulai di pepohonan hingga di bebatuan. Sayangnya Kodama dibuat dari karton dan ditempel. Kalau bisa bergerak seperti aslinya pasti lebih hidup suasana hutannya.

ghibli14

ghibli13

Setelah itu masih ada beberapa instalasi dari film-film Ghibli lainnya. Seperti rumah Arriety dari film ‘The Secret World of Arriety’ yang dilengkapi tanaman sulur. Bahkan juga ada gula dan catatan kecil dari Sho. Ada juga rumah raksasa dari film ‘Howl’s Moving Castle’, instalasi Ponyo sedang berlari dari kejaran ombak seperti di film ‘Ponyo’, hingga pesawat dari film ‘Porco Rosso’. Setelah puas mengelilingi pameran, kalian akan diajak untuk melihat atau bahkan membeli merchandise asli Ghibli di area Merchandise. Ragamnya banyak seperti map, pin, alat tulis, tempat pensil, boneka, tote bag, pouch, dan masih banyak lagi. Harganya mulai dari Rp 60 ribu hingga jutaan.

ghibli12

ghibli7

ghibli38

ghibli39

ghibli8

Untuk kalian yang memang suka banget nonton Ghibli, pameran ini wajib dikunjungi walaupun harganya lumayan. Mengunjungi replika set film mereka bikin senang banget. Semuanya dibikin super detail dan informatif. Selain itu, ada usher dengan jumlah banyak yang bisa dimintai tolong untuk mengambil foto dengan angle terbaik berulang kali plus bertanya-tanya seputar instalasi. Mumpung masih digelar sampai 17 September nanti, ada baiknya kalian datang. Kalau ditanya worth it apa nggak, saya akan jawab worth it. Meskipun masih terasa mahal, tapi setelah mengunjunginya kayak nggak ada penyesalan. Intinya pamerannya cukup dipersiapkan dengan baik dan detail. Bahkan sampai membawa skecth asli, boyong buku-buku sampai saklar dari Jepang, ketersediaan usher yang banyak dan sangat membantu itu nilai plus.

Tips dari saya pertama, kalau kalian mau lebih murah bisa beli di Traveloka meskipun cuma beda Rp 15 ribu. Sesampainya di Pacific Place jangan langsung ke ballroom Ritz Carlton, tapi tukar tiket di lantai 3 samping Galeri Lafayette. Lebih baik isi perut dulu biar nggak kelaparan pas di dalam pameran plus salat (bagi yang muslim) karena saya aja yang datangnya weekdays tanpa antre bisa menghabiskan 3 jam pada kunjungan pertama karena saking besarnya, serunya, dan detailnya. Datang dari pagi atau siang biar puas, setelah kunjungan pertama kalian bisa makan atau minum dulu di luar, terus balik lagi. Soalnya kunjungan kedua pasti sadar aja ada yang belum dilihat atau difoto. Terakhir, pakai outift terbaik biar fotonya kece. Selamat berkeliling di dunia Ghibli!

 

Leave a Reply