Jakarta Creative Hub: Bengkel Kreatif untuk Jakarta

DSCF2429

Sebagai lulusan FISIP dan orang yang bekerja di media, pasti saya pernah merasakan eneg-enegnya ngomongin Pilkada tahun ini. Berbagai kubu menyampaikan pendapatnya tentang sebaiknya memilih siapa sih emang wajar, toh itu kampanye. Namun kalau udah menyerempet ke SARA, lama-lama muak juga ya. Banyak orang yang berpikir bahwa dirinya lah yang benar, sampai-sampai lupa kalau hidup di dunia ini ada aturannya.

Di tengah panasnya Pilkada tahun ini, Ahok memang mendapatkan peran utama. Bisa dilihat di berita, kinerja Ahok yang membuahkan hasil vs kebiasaan Ahok ngomong ceplas-ceplos. Keduanya sempat menjadi perbincangan utama hampir semua masyarakat Indonesia. Sekarang saya nggak mau menjelek-jelekkan atau mengelu-elukan sosok Ahok. Postingan kali ini memang ada kaitannya dengan Ahok karena ini memang hasil kerja nyatanya bersama Pemda DKI Jakarta. Bahas hasil kerjanya aja lah ya.

Beberapa bulan lalu, saya mendapatkan kabar dari teman bahwa ada suatu ruang kreatif semacam co-working space baru di Jakarta yang diresmikan Ahok. Pertamanya sih respons saya biasa aja karena co-working space udah menjamur di Jakarta. Namun yang menjadi perhatian utama adalah yang meresmikan Ahok (saya berpikir ternyata gubernur ini punya perhatian ke dunia kreatif yang kadang tenggelam jadi bahasan pemimpin provinsi) dan kabarnya fasilitasnya luar biasa bagusnya dan bisa dimanfaatkan dengan murah bahkan gratis. Penasaran lah saya, langsung deh googling.

Waktu saya googling masih belum banyak berita yang mengangkat tentang ruang kreatif bernama Jakarta Creative Hub (JCH) ini. Saya justru menemukan akun Instagram resmi JCH. Di dalamnya terdapat beberapa informasi dan foto mengenai JCH. Scroll lagi, ternyata JCH di bulan Maret kemarin lagi buka open house. Langsung lah saya berminat. Sayang oh sayang, open house-nya hanya weekdays dan tur terakhir jam 4 sore. Bagaimana lah saya ini yang kerja kantoran?

Semesta mendukung rasa penasaran saya dengan JCH lewat tugas peliputan di daerah pusat Jakarta. Jadi suatu hari saya ditugaskan meliput satu acara di daerah Menteng sampai jam 3 sore. Tiba-tiba ingat JCH, langsung deh abis liputan, sempatkan diri ikut tur terakhir JCH di H-3 open house tutup. Senangnya!

JCH terletak di kawasan Thamrin, dekat dengan apartemen Thamrin. Tepatnya ada di dalam Gedung Graha Niaga, Thamrin. Setelah tukar KTP di resepsionis, saya langsung naik lift ke lantai 1. Posisinya ada di sebelah kanan dari turun lift. Langsung terpampang satu ruang dengan tulisan JAKARTA CREATIVE HUB. Saat saya ke sini sepi banget, cuma saya sendiri yang menunggu untuk ikut tur. Jam 4 tepat saya dipanggil satpam bahwa tur sudah mau dimulai.

DSCF2421

DSCF2415

Sebelum tur dimulai, pemandu menjelaskan bahwa JCH ini adalah wadah bagi komunitas kreatif yang produktif. Ada tiga ruang kelas, makerspace yang merupakan ruang dengan fasilitas mesin-mesin produksi, co-office berukuran 12 m2 sebanyak 12 unit, ruang meeting, perpustakaan, dan kafe. Bisa dibilang sih ini bengkel kreatifnya orang-orang Jakarta.

DSCF2427

DSCF2394

DSCF2392

Saat melihat makerspace, saya sih takjub karena banyak mesin-mesin produksi yang belum pernah saya liat dan tempatnya nyaman banget. Pemandunya bulang bahwa JCH mendukung lima bidang usaha, yaitu fashion, desain produk, kriya, arsitektur, dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Mesin yang buat saya takjub itu ada banyak. Mulai dari laser cutting, mesin jahit, mesin obras, mesin untuk produk bahan kayu, sampai mesin 3D printing. Saya takjub bahwa ada mesin yang bisa langsung buat hiasan kayu 3D tanpa harus dipahat-pahat dan membutuhkan waktu 8-12 jam.

Menariknya tempat ini bukan untuk produksi secara harafiah, tetapi sebagai tempat belajar dan tempat riset. Mbak pemandu (saya lupa namanya, maaf ya mbak) bilang kalau makerspace ini cuma untuk membuat contoh produk saja atau biasa disebut prototipe. Nanti  untuk produksi massal yang akan dijual dilakukan di tempat lain. Nah mesin-mesin di makerspace itu hanya bisa digunakan oleh anggota JCH yang sudah mengikuti workshop. Peraturannya memang ketat, namun ini ditujukan agar tempat ini benar-benar memberikan hasil nyata untuk Jakarta.

 DSCF2432

DSCF2436

DSCF2390

Di samping makerspace, ada perpustakaan yang punya koleksi berbagai jenis buku. Mulai dari buku pengetahuan untuk anak-anak, fashion, kuliner, film, musik, fiksi, bisnis, dan masih banyak lagi. Ternyata perpustakaan ini didukung oleh Kinokuniya. Menariknya selain disediakan kursi dan sofa di area perpustakaan, juga ada satu area berbentuk tempat duduk penonton ala-ala di auditorium gitu dengan latar mural yang gemas banget (ternyata bikinan Mbak Lala Bohang dan mas Emte, pantes aja gemas). Di sini selain digunakan untuk baca buku, bisa juga untuk meeting santai, atau mendengarkan presentasi/talkshow karena disediakan LCD.

DSCF2402

DSCF2409

Jika kalian masuk ke JCH kalian akan disuguhkan oleh satu area yang sudah di-set untuk memamerkan produk kreatif di JCH. Saat itu sedang ada pameran dari bidang fashion, yakni kain-kain cantik dari Sejauh Mata Memandang yang bekerja sama dengan ibu-ibu di Rusun Marunda. Lalu di sebelah kanan ada kafe yang akan menyediakan sajian minuman dan camilan, bisa duduk-duduk santai juga di sini.

Terus siapa aja sih yang bisa memanfaatkan fasilitas di JCH ini? Jadi, baik komunitas dan peorangan itu bisa memanfaatkan fasilitas di JCH dengan syarat harus jadi rekan kerja, rekan kerja institusi atau rekan kerja perorangan. Syarat lainnya, komunitas yang boleh bekerja menggunakan fasilitas JCH ini harus aktif kurang lebih satu tahun dan punya track record yang bagus. Paling penting, KTP-nya harus Jakarta ya.

DSCF2418

Nantinya komunitas yang ingin memanfaaatkan fasilitas JCH bisa mengirim proposal ke JCH dan akan dikurasi oleh tim. Jika lolos, komunitas tersebut hanya bisa menempati JCH selama satu tahun saja. Di satu tahun itulah, komunitas harus aktif berkontribusi untuk JCH dan Pemda DKI Jakarta. Komunitas akan mendapatkan satu co-office di JCH dan bebas menggunakan berbagai fasilitas di JCH dengan biaya sewa bersubsidi.  Waktu itu saya nanya, jadi bentuk kontribusinya apa sih? Kata mbak pemandu sih bisa buat pelatihan di JCH seperti mengajar komunitas lainnya.

Komunitas kalian tertarik menggunakan fasilitas JCH? Kabar baiknya, di awal April ini JCH sedang membuka pendaftaran batch kedua sampai tanggal 11 April mendatang. Untuk syarat dan ketentuannya bisa lihat di sini ya.

Buat kalian yang nggak sempat ikut tur JCH di bulan Maret kemarin, tenang saja. Pasalnya area perpustakaan dan kafe bisa digunakan untuk umum. Gimana caranya bisa baca-baca buku di perpustakaan Jakarta Creative Hub? Cukup datang saat jam buka dan tunjukkan KTP Jakarta kalian, gratis! Selamat berkreasi di Jakarta Creative Hub!

Alamat: Gedung Graha Niaga Thamrin, Jl Kebon Melati 5 No. 20, Tanah Abang, Jakarta Pusat

Jam buka: Senin-Jumat, 10.00-17.00

Leave a Reply