Krenyes-krenyes Lalapan Daun Sambung Nyawa

Bagi kalian yang mem-follow saya di Instagram pasti udah familiar kalau saya lagi seneng banget membagikan perkembangan berbagai macam tanaman yang ada di teras rumah. Nah beberapa hari lalu saya juga mengadakan polling kecil-kecilan yang bertanya enaknya membahas tanaman apa. Ada dua pilihan, yakni kenikir dan sambung nyawa. Kalau diingat, udah lama banget nggak berbagi tentang kebun mini setelah post pertama (daun mint).

Saya sudah familiar sama kenikir karena ibu suka sama lalapan ini. Biasanya dibikin pecel atau direbus dan dimakan pakai sambel. Rasanya nggak pahit dan tekstur serta bentuknya unik. Jadi enak pas dimakan. Sedangkan untuk sambung nyawa, jujur saya baru dengar namanya pas nanya sama ibu. Namanya unik ya?

Setelah riset melalui Google, ternyata daun sambung nyawa ini terkenal untuk obat penyakit kanker, jantung, dan kista. Wah manfaatnya besar juga ya. Kalau membaca ini termasuk tanaman obat, saya langsung mikir pasti ini pahit dan dikonsumsinya dengan cara merebus kemudian diminum airnya. Ternyata, ada beberapa situs yang mengatakan daun sambung nyawa bisa dibikin lalap dan urap. Lho, berarti nggak pahit dong?

Sebelum membukitkan apakah daun ini enak untuk lalapan, mari kita bahas tuntas cara menanamnya. Daun sambung nyawa yang tumbuh asri di teras saya ini bukan ditanam dari bibit. Melainkan minta sama tetangga, hehe. Jadi batangnya dipotong kemudian diletakkan di jar (bekas selai) yang diberi air. Kemudian diamkan sampai tumbuh akarnya.

Kalau sudah ada akar, pindahkan ke tanah lalu kasih perhatian deh alias disiram tiap sore dan dikasih sekam serta pupuk saat pertama menanam. Sambung nyawa yang saya tanam di teras letaknya langsung terkena sinar matahari, terus tumbuh aja gitu. Kesimpulan yang saya ambil (semoga benar), sambung nyawa memang membutuhkan sinar matahari cukup.

Seperti yang sudah saya ceritakan di atas, sambung nyawa memang terkenal untuk obat-obatan dan biasanya racikan dibuat ramuan, tumbukan, atau kapsul. Adapun penyakit yang katanya bisa disembuhkan dengan tanaman ini adalah jantung, kanker, kista, diabetes, asam urat, darah tinggi, dan tumor. Caranya pun bermacam-macam. Biasanya daun segar dipetik dan direbus kemudian diminum. Bisa dicari tahu lebih lanjut ya dengan googling.

Emang apa sih kandungannya kok bisa menyembuhkan penyakit tersebut? Seperti yang saya himpun dari internet, daun sambung nyawa mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan minyak asiri. Selain itu, sambung nyawa sifat netral, dingin, antitoktik, anti kanker, anti radang, dan hiportensif. Jadi berfungsi juga untuk melancarkan darah dan mengobati maag.

Saatnya kita buktikan apakah sambung nyawa cocok dijadikan lalapan. Setelah memanem daun dengan cara memotong pakai gunting, cuci bersih dan tiriskan. Biar makin enak, saya padukan dengan sambal dan tempe goreng hehe. Setelah mencobanya, ternyata rasa daun ini nggak pahit seperti yang dibilang di banyak situs. Rasanya ya seperti daun kebanyakan (bingung jelasinnya).

Kalau dibandingkan lalapan lain kayak kemangi, poh-pohan, atau yang sering dimakan saat Korea BBQ emang berbeda. Daun-daun tersebut teksturnya lebih lemas. Kalau sambung nyawa agak kaku (bukan keras lho ya). Mungkin bagi yang nggak terlalu suka dengan tekstur seperti ini bisa direbus dahulu baru deh dicocol pakai sambal. Jangan lupa nasi panas dan kerupuknya ya!

Leave a Reply